Pasang Iklan Disini

MATERI ADMINISTRASI PUBLIK

                    
  /  21
 
y
 
Kast, James R. (1968). General System Theory. Dalam Theories of HumanCommunication. (Littlejohn, Stephen W., ed.). Belmont: Wadsworth.
y
 
Kosecoff, Jacqueline and Arlene
F
ink. (1982). Basic Evaluation. Sage Publication.
y
 
 Nisjar Karhi dan Winardi. (1997). Teori Sistem dan Pendekatan Sistem dalam BidangManajemen. Bandung: Mandar Maju.
y
 
Likert, Rensis. (1986). Human Organization. Terjemahan.
y
 
Rossi, Peter &
F
reeman Howard E. Evaluation A Systematic Approach. SagePublication.
y
 
Simon, Herbert A. (1984). Administrative Behavior. (Terjemahan). Jakarta: CVRajawali.
y
 
Lembaga Administrasi Negara - Bappenas. (1989). Evaluasi Kinerja Proyek.
MODUL 5PARADI
G
MA ADMI
N
ISTRASI PUBLIK  
e
giatan B
e
lajar 1: Para
d
igma I
d
an II A
d
ministrasi Publik  Rangkuman
 Pada Paradigma 1, periode 1900-1926 Lokus Administrasi dengan politik dapat dilakukansecara empiris (Proses Pemerintahan), maupun teoretis (di lingkungan Universitas). Secarategas memisahkan antara lokus administrasi.Menurut Goodnow, ada dua fungsi yang berbeda dari pemerintah yang berhubungan dengan"politik" kebijakan atau berbagai masalah yang berhubungan dengan tujuan negara, yang berada di tangan legislatif beserta yudikatif dan "administrasi" harus berkaitan dengan pelaksanaan kebijaksanaan tersebut yang berada di tangan eksekutif yang bersikap netral.Model birokrasi yang berkembang pada tahap ini adalah Birokrasi Klasik. Masalah yang bersangkut-paut dengan model birokrasi klasik adalah kerangka organisasi atau tentangmanajemen organisasi yang ekonomis dan efisien.Ada prinsip-prinsip administrasi yang bersifat universal (bebas waktu, ruang, nilai), yangdapat ditemukan dan dapat berlaku kapan dan di mana saja. Prinsip-prinsip administrasiadalah prinsip dalam arti yang sebenar-benarnya. Prinsip administrasi akan berlaku dalamsetiap lingkungan administrasi, tanpa memandang segala macam bentuk faktor budaya,fungsi, lingkungan, misi, dan institusi.Bagi Gulick dan Urwick, prinsip-prinsip administrasi adalah penting, sedangkan keterkaitandengan tempat di mana prinsip tersebut diterapkan tidaklah terlalu penting. Pada ParadigmaII, kajian administrasi meletakkan fokus lebih penting daripada lokus.Perbedaan yang tampak antara model birokrasi dan neobirokrasi, di mana birokrasimenekankan struktur, pengendalian, dan prinsip-prinsip administrasi dengan unit analisisyang biasanya berupa kelompok kerja, instansi, departemen, atau pemerintahan-pemerintahankeseluruhan.
e
giatan B
e
lajar 2: Para
d
igma III, IV,
d
an V A
d
ministrasi Publik  Rangkuman
 Herbert Simon, yang menolak prinsip administrasi yang berlaku universal, membawa akibat
 
negatif terhadap perkembangan ilmu administrasi negara, yaitu mundur ke dalam disiplininduknya, yaitu ilmu politik.Periode ketiga ini dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk meninjau kembali segala jalinan konseptual antara administrasi negara dan politik. Perkembangan pendekatanadministrasi dengan menggunakan metode kasus dimulai pada tahun 1930 yang kebanyakandi bawah prakarsa Komite Administrasi Negara Lembaga Penelitian Ilmu Sosial secaratipikal, kasus juga metode komparatif.Berdasarkan kondisi empiris, para ahli administrasi negara pada periode (Paradigma IV)mulai menerima bahwa kata negara dalam administrasi negara tak bisa diartikan dalammakna institusi, seperti masa sebelumnya. Kata negara kini diartikan sebagai makna filosofis,normatif, dan etika, yaitu sebagai segala sesuatu yang mempengaruhi kepentingan umum.Meskipun administrasi negara sangat kontras keberadaannya selama berlangsungnyaParadigma IV, setidaknya pada dua hal yang terpisah, namun komplementer. Yang satuadalah perkembangan program-program interdisipliner dalam "ilmu pengetahuan, teknologidan kebijakan umum (atau dalam terminologi yang lain) di universitas-universitas terkemuka.Sedangkan yang satu lagi adalah munculnya "administrasi negara baru".Periode ini terjadi kesepakatan tentang focus dan locus administrasi negara. Pada periode ini para pakar administrasi juga menganalisis model hubungan kemanusiaan yang menekankan pada nilai-nilai kepuasan pekerja, perkembangan pribadi, martabat individu dengan publik yang menekankan nilai-nilai keadilan sosial dalam mendeskripsikan fokus bagi administrasinegara.
Daftar Pustaka
 
y
 
Ali Mufiz. (1987). Pengantar Administrasi Negara. Jakarta: Universitas Terbuka.
y
 
F
redereicckson. (1988). Administrasi Negara Baru. Jakarta: LP3ES.
y
 
Henry, Nicholas. (1988). Administrasi Negara dan Masalah-masalah Kenegaraan.Jakarta: CV Rajawali.
MODUL 6REFORMASI ADMI
N
ISTRASI 
e
giatan B
e
lajar 1:
Ge
rakan R 
e
o
rmasi A
d
ministrasi Rangkuman
 Pada dasarnya gerakan reformasi administrasi disebabkan birokrasi tidak mampu meresponskeinginan masyarakat. Traditional bureaucracy yang merupakan konsepsi birokrasi yangselama ini kita kenal tidak bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat yangsangat pesat sehingga mereka tidak mampu memenuhi tuntutan publik.Secara terperinci dapat disebutkan 4 faktor yang mendorong reformasi administrasi dinegara-negara berkembang, yaitu sebagai berikut.1.
 
Ketidakpuasan kepada pemerintah, yang bersumber pada terlalu besarnya organisasi pemerintah sehingga cenderung mengkonsumsi seluruh sumber daya yang ada,
 
Penerapan NPM dalam manajemen pemerintahan pada akhirnya mengarah pada peningkatankualitas pelayanan publik. Kualitas pelayanan publik adalah segala sesuatu bentuk pelayanansektor publik yang dilaksanakan aparatur pemerintah dalam bentuk barang dan jasa, yangsesuai dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik terdapat beberapa strategi yang perludikembangkan, yaitu self-esteem, exceed expectation, recovery, vision, improve, care,empower, strategi inti, strategi konsekuensi, strategi pelanggan, strategi pengendalian, danstrategi budaya.
Daftar Pustaka
 
y
 
Caiden E.Gerald (ed). (1982). Strategies for Administrative Reform. Toronto:Lexington Books.
y
 
(1991). Administrative Reform Comes of Age. Berlin. New York: Walter de Gryter.
y
 
Cooper J, Phillip. (ed). (1998). Public Administration
F
or The Twenty
F
irst Century.USA: Harcourt Brace College Publishers.
y
 
Chandarasorn, Voradej. (1994). Changes and Trends in Public Administration inThailand: Privatization. Dalam Asian Review of Public Administration. VolumeVI/1994.
y
 
Dwiyanto, Agus. (1993). Kemitraan Pemerintah Swasta: Strategi ReformasiAdministrasi Negara. Dalam Seminar Reformasi Administrasi Negara. Yogyakarta:
F
ISIPOL UGM.
y
 
(2002). Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Yogyakarta: Pusat StudiKependudukan UGM.
y
 
(2003). Reformasi Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pusat StudiKependudukan UGM.
y
 
F
erlie, dkk. (1996). The New Public Management in Action. New York: OxfordUniversity Press.
y
 
Gaspersz, Vincent. (2002). Total Quality Management. Jakarta: Gramedia.
y
 
Gupta, Sen. (1999). Health, Education and Government in Bangladesh PublicServices: New Approach. Liberal Times,
F
 NS.
y
 
Hughes E, Owen. (1994). Public Management and Administration an Introduction,USA: St. Martin's Press.
y
 
J.P.G Sianipar. (1999). Manajemen Pelayanan Publik. Jakarta: LAN.
y
 
Kartasasmita, Ginanjar. (1997). Administrasi Pembangunan Perkembangan Pemikirandan Praktiknya di Indonesia. Jakarta: LP3ES.
y
 
Kiggundu N, Moses. (1993). Managing Organizations in Developing Countries AnOperational and Strategis Approach. USA: Kumarian Press.
y
 
Mufiz, Ali. (2003). Reformasi Pemerintahan antara Harapan dan Kenyataan. Dalam 5Tahun Reformasi Indonesia. Semarang: Pengurus Daerah Persatuan PurnawirawanPOLRI.
y
 
Plastrik dan Osborne. (1997). Memangkas Birokrasi: Lima Strategi menujuPemerintahan Wirausaha. (Terj). Jakarta: PPM.
y
 
Putra,
F
adillah dan Arif, Saiful. (2001). Kapitalisme Birokrasi Kritik ReinventingGovernment Osborne-Gabbler. Yogyakarta: LKIS.
y
 
Rana, Anoop SJB. (1999). The Sky Limit Public Services: New Approach. LiberalTimes,
F
 NS.

ads

Ditulis Oleh : akbar malik Hari: 03.40 Kategori: